Kopri PMII IKHAC Sedikit Tamparan untuk Peremouan Milenial Perempuan Cerdas yang Lahir di Tanah Jawa Hidup Pada Masa Belanda Pejuangn Emansipasi Wanita Harum Namanya . . Ialah Raden Ajeng Kartini. Atau kita bisa memanggilnya R.A. Kartini. Kehidupannya Pada masa itu kurang lebih sama seperti kita sekarang. "sama sama terkurung". Namun perlu kita akui,kebebasan yang kita rasakan sekarang tak lain adalah hasil dari perjuangan perempuan ini. . Adat dipingit yang mengharuskannya tinggal #dirumahaja tidak mematahkan sayapnya. Bahkan dari sini lahirlah karay karya nya yang membuatnya terbang semakin tinggi. Raganya memang terkurung, Namun tidak dengan pikirannya. Ia biarkan pikirannya bebas keliling dunia melalui buku-buku yang ia baca. So, buat temen-temen yang sekarang merasa terkurung, terkekang merasa tidak bisa apa-apa ketika itu mungkin karna kalian kurang cerdas. Bukankah ini tantangan untuk kita. Bagaimana perempuan-perempuan masih bisa eksis dit...
Kadang Masih bingung mana baik, mana yang buruk. Ujung ujungnya nyesel. Entah yang sedang terjadi itu emang takdir. Apa emng akibat ke tidak-pekaan ku terhadap rencanaNya. Contoh kecilnya bangun pagi. Gatau kenapa meskipun badan capek, pegel tapi bisa bangun pagi. Karna lagi ga ada tanggungan akhirnya mikir mikir lagi. Mau ngapain ya bangun pagi. Sekilas yang terbesit di kepala "kan pagi ini free, istirahat dulu deh mumpung free ujung ujungnya lanjut tidur lagi. Bangun bangun udah jam 7 aja. Masih santai, merasa ga ada beban. Buka hp, eh baru inget " Loh, hari ini kan ada acara ini, mau ini ya". Haduh.. Langsung buru buru siap siap karna takut ketinggalan. Udah slesai siap siap. Hubungin yang lain. Eee, bener kan ketinggalan. Ujung ujung nya ya ga jadi pergi. Beneran istirahat seharian ini mah. Itu contoh kecilnya. Pertanyaanya, aku yang ga jadi berangkat acara, itu memang sudah takdirNya kah?. Atau sebab ketidak[pekaan]ku terhadap rencanaN...